M. Rizal Maslan - detikNews

Demikian fokus pembahasan dalam rapat evaluasi pelaksanaan tugas dan rapat koordinasi penyambutan kedatangan tim pengawas DPR RI, DPD RI, Amirul Hajj dan jemaah haji gelombang kedua, di Kantor Teknis Urusan Haji Konjen RI Jeddah, Kamis (5/11/2009).
Dalam pertemuan, Wakil Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah bidang Transportasi Mahdi Guna mengatakan, masalah transpostasi calhaj antara lain sopir cabutan yang mengemudikan bis-bis pengangkut jamaah, bis-bis buatan Cina yang sering mengalami gangguan mesin, dan beberapa sikap pihak Saudi yang pragmatis dalam arti mau untung besar saja.
"Sopir cabutan dari Suriah dan Mesir kurang komitmen melayani jamaah. Kami akan lacak ini hal ini, karena jangan-jangan mereka tidak mendapatkan kesejahteraan yang layak dari pihak Saudi yang mempekerjakannya. Mereka juga gampang membelot. Belum lagi bis-bis buatan Cina yang mesinnya ngadat," ungkap Mahdi.
Sementara staf Departemen Perhubungan bernama Ahmadi menambahkan, bis-bis produk Cina memang di desain untuk menempuh perjalanan jauh. Namun, bila harus ngetem lama dan menempuh rute yang padat, dan macet, maka mesinnya jadi ngadat.
"Pada saat jalan menanjak saja para supir tidak mau menambah penumpang di luar kapasitas tempat duduk. Akibatnya jemaah harus bersabar menunggu. Selain itu kami juga melihat adanya sikap pragmatis pengusaha Saudi, yang ingin menghemat cost dengan menghemat pemakaian bis untuk mengantar jemput jemaah," ujarnya.
Menurut Mahdi, para sopir Mesir dan Suriah tersebut walaupun sudah menyerahkan nomor selulernya, tapi sering tidak bisa dihubungi saat dibutuhkan. Keadaan yang sangat merepotkan ini baru bisa dipecahkan bila petugas Indonesia mengajak langsung warga Saudi bernama Abdul Azis Bawazir.
"Bila sudah kita ajak Bawazir, langsung para sopir Mesir dan Suriah mau jalan. Kalau kita cuma mengadukan tidak mengajak langsung Bawazir ke lapangan, tetap saja sopir-sopir itu membandel," katanya.
Melihat keadaan yang seperti ini, Wakil Ketua I PPIH Arab Saudi Zaenal Abidin Supi meminta petugas segera mencari jalan keluar, karena kian hari akan makin banyak jamaah yang masuk Makkah.
"Saya tahu jemaah memang banyak yang protes, katanya dijemput sejam lagi, ternyata sudah tiga jam tidak juga dijemput. Tapi petugas harus tetap melayani jangan malah meninggalkan jemaah. Kalau didampingi petugas, minimal jemaah merasa diayomi," pinta dia.
(zal/irw)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar